Hari rabu pagi kemarin, saat aku dan abi lagi buru-buru mau
ke kantor karena kita bangun kesiangan… tiba-tiba ada kejadian yang bikin
kaget.
Saat aku sedang ambil kerudung di kamar Andung dan Abi di
kamar mandi, tiba-tiba terdengar suara Ikram yang sedang nangis…saat itu aku
hanya berpikir kalau Ikram sudah bangun…(karena biasa juga kalau bangun tidur
suka nangis). Dengan santainya aku masuk ke rumah…sempet bingung, koq tangis
ikram tambah kenceng. langsung saja aku menuju ke arah kamar, pintu masih tertutup…ketika
aku buka daun pintunya…masya Allah..nggak bisa kebuka… yuupp…Ikram terkunci di
kamar!
Beberapa percakapan ku dengan ikram yang masih diingat :
Ummi : kakak..koq dikunci? kakak puter kuncinya ya…
Ikram : Ummii…..iyaa… ummii…gendong..gendong..ummiii…
Ummi : Kakak…coba kakak puter lagi kunci nya nak…(mulai
panik)
Aku mendengar sura kunci di kotak katik dari balik pintu….
Kakak : nggak bisa ummiii…. (masih sambil nangis…malah makin
kenceng)
Abi langsung keluar dari kamar mandi, sedikit kebingungan…
Abi : Ada apa?
Ikram : Abbii…bukaa abii…
Aku masih tetep minta Ikram untuk puter lagi kuncinya. entah
kenapa aku yakin Ikram bisa dan ngerti apa yang aku omongin. Tangis Ikram pun
semakin menjadi… aku pun mulai panik, Andung dan Ungku datang dan bingung…
Ikram masih tetep nangis dan teriak minta di bukain… aku
sempet minta ikram untuk menjauh dari pintu karena abi mau mendobrak dari
luar…disitu aku dengar Ikram mengiyakan dan pergi menjauh dari pintu.
Aku juga minta Ikram untuk cabut kuncinya, karena Alhamdulillah
masih ada kunci serep di luar…Aku juga denger Ikram berusaha untuk mencabut
kunci kamar..aku denger dari suaranya tapi sayang kunci nggak bisa di cabut…
mungkin karena posisi kunci yang mendatar…
Akhirnya Ungku dan abi harus membongkar jendela kamar dan
teralisnya… masya Allah, disitu aku di perlihatkan lagi betapa pintarnya
anakku… Ikram ngerti banget ketika aku minta dia buka hordeng, supaya dia bisa
melihat kita di luar…dengan tangisannya yang makin kenceng…aku pun masih
dipanggilnya. Aku berusaha tidak nangis, walau sebenernya udah lemes..karena
denger ikram nangis seperti itu…
sekitar 30 menit lah Alhamdulillah akhirnya Jendela dan
teralis kamar bisa di buka..dan Ikram pun bisa diambil dari situ.
Langsung aku peluk dia…aku cium pipinya, jidadnya…seluruh
mukanya…
Masya Allah naak…besok-besok, jangan main kunci ya…. dan
Ikram pun mengangguk.
Legaaa…haruu, tapi juga lucu…setiap orang yang aku ceriatin
tentang kejadian ini mempunyai komentar yang sama “Kok bisa?” sama kaya
aku….aku pun sampai sekarang masih bertanya..koq bisa….
kejadian itu membuat Ikram belajar. Sebelumnya dia sering
sekali tutup pintu kamar dan berada di kamar sendirian, bahkan pintu kamar
mandi juga pernah dia tutup sendiri….
Kejadian itu juga sadar bahwa anakku pintar, membuat aku bersyukur…
punya anak yang cerdas. Ikram ngerti apa yang terjadi saat itu pada dirinya,
Ikram ngerti apa yang kita perintahkan dan Ikram juga tau harus berbuat apa…
Sayang nggak ada fotonya ya hihii…boro-boro sempet mikirin
foto hihii…
